Setelah lama ia merenungkan, ia pun akhirnya tersenyum, ”Ya... Buat apa terus bersedih, semua kesulitan ini pasti berlalu !”. akhirnya ia pun mendapat pekerjaan, sebagai petugas lapangan. Hujan dan terik matahari sudah menjadi santapan sehari-hari, tetapi ia tetap tersenyum, karena ia berfikir, ”Semua kesusahan ini, suatu saat pasti akan berlalu”. Dan ia menjalani hidupnya dengan kegembiraan. Suatu hari, ia difitnah olehsahabatnya, ia dituduhmencuri. Walaupun ia membantah, tapi pengadilan memutuskan lain, ia tetap di penjara.
Di dalam penjara, semua narapidana menjulukinya ”mister senyum”, mengapa? Karena ia selalu tersenyum!. Ketika mereka bertanya mengapa ia masih bisa tersenyum didalam penjara yang begitu kejam dan menakutkan, ia enjawab, ”Karena semua penderitaan ini, suatu saat nanti pasti akan berlalu”, dan semua orang ikut tersenyum. Setelah keluar dari penjara, ternyata ia menjadi seorang pengusaha yang sukses dan terpandang, tapi oleh sahabatnya ia dijuluki ”Tuan rendah hati”, karena ia tak pernah bangga dan menyombongkan kekayaannya. Ketika ia ditanya, mengapa ia tetap hidup dalam kesederhanaan, walaupun hartanya berlebihan, iahanya menjawab, ”Karena semua yang aku milki saat ini, suatu saat pasti akan berlalu”, dan semua orang disekelilingnya mendapat pencerahan. Ketika ia sudah tua dan ajal sudah menjelang, semua anggota keluarganya berkumpul disisinya, mereka menangis sedih, menangisi rasa kehilangan. Melihat ini denag tersenyum ia berkata, ”Tak perlu menangisi kematian, karena kematian adalah keharusan dari sebuah kehidupan. Semua bentuk kehidupan, suatu saat pasti akan berlalu... semuakesedihan dan tangisan pun suatu saat pasti akan berlalu....”. Dan... ia pun meniggal dalam kedamaian ... dengan senyuman...
Kehidupan manusia dikuasai oleh dualisme kondisi duniawi yang saling bertentangan, misalnya siang dan malam, gelap dan terang, baik dan buruk, dan seterusnya. Ketika kita harus memilih salah satu diantaranya, hati menjadi ragu, dan pikiran penuh kebimbangan, manakah pilihan yang paling benar dan menguntungkan? Selama kita berfikir bahwa kedua kondisi ini berada pada sudut berbeda dan kita harus memutuskan salah satu diantaranya, maka selama itu pula kita tak akan pernah merasa tenan, mengapa?? Karena masing – masing kondisi memiliki kelebihan dan kekurangan. Dalam kata, ”SEMUA PASTI AKAN BERLALU”, kita diajarkan untuk berdiri di atas dualime ini, bahwa tidak ada yang abadi di dunia ini. Ketika kita susah, tak perlu terlalu bersedih. Karena kita masih bisa tersenyum dan bersyukur, sebaliknya kita harus tetap rendah hati, begitu mengagumkan bukan??? Ingatlah selalu kata-kata ini, renungkan, ketika ia bersatu dengan pikiran, maka akan tumbuh bunga – bunga kebahagiaan. Subhanallah sungguh indah nya kehidupan ini kalau setiap insan manusia tau dan memahami sepenuhnya tentang arti kehidupan ini.kisah diatas kami ambil dari sebuah Tea Time For Heart and Mind book(kolim)